Tampilkan postingan dengan label SERBA SERBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERBA SERBI. Tampilkan semua postingan


Waduh……ada kasus lg nich,kasus ini terjadi di Dunia Maya bro.

Baru jadi Anggota Satuan Brimob eh….udah sok-sok an di FB,apalagi setelah diselidiki oleh pihak POLRI ternyata dia baru bisa maen Facebook. Namanya: "Evan Brimob",diliat dari nama-nya sich keren tapi Otak-nya MODOL…!!!

Dia bilang "POLRI GA BUTUH MASYARAKAT,TAPI MASYARAKAT YANG BUTUH POLRI"

Ini Screenshout Transkrip di FB:



 


Bener-bener GEBLEG tuh orang…!!! Ga punya otak..!!!

Sekarang setelah mendapat kecaman dari berbagai pihak akhir-nya dia meminta ma'af kepada semua anggota POLRI dan seluruh Masyarakat Indonesia.

PESAN ADMIN:

"Marilah kita bangun Indonesia tercinta ini dengan hal-hal yang bermanfaat,jangan kita saling melecehkan,jaga keharmonisan,pada dasarnya kita semua kan masyarakat..yakni Masyarakat Indonesia…….betul apa menthul BOS????? Emang Polisi bukan Masyarakat?"


Mengemis, bagi sebagian orang adalah hal keterpaksaan. Kegiatan tersebut adalah bukan pilihan hidup, karena setiap orang menginginkan dan memimpikan memiliki pendapatan yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, namun nasib terkadang menentukan kondisi yang berbeda dengan apa yang dicita-citakan dan akhirnya mereka memilih jalan tersebut.

Di kota-kota besar, pengemis dan geladangan (gepeng) sering dianggap sebagai penyakit sosial, karena keberadaan dari tahun ke tahun terus bertambah. Kondisi tersebut masih diperparah adanya pengemis yang terorganisir. Pada bulan puasa seperti sekarang ini, banyak para pengemis musiman, mereka sengaja didatangkan ke kota untuk mengemis, hal ini sudah menjadi rahasia umum, jadi tidaklah mengherankan apabila bulan puasa atau momentum lain mendadak banyak pengemis dilingkungan kita berlalu lalang.

Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluarkan fatwa haram, bagi para pengemis, karena tindakan yang dilakukan adalah menghinakan diri sendiri. Fatwa haram tersebut juga didukung oleh MUI Pusat. Yang menjadi pernyataan kita adalah apakah setelah keluar fatwa haram, pengemis akan berkurang?, atau tetap masih tetap ada?.

Hal inilah yang perlu dijadikan renungan untuk kita semua. Karena dengan sengaja atau tidak kalau kita menciptakan kecemburuan sosial, secara otomatis merangsang seseorang orang untuk melakukan tindakan yang hina seperti mengemis. Untuk itu, tingkat kepedulian yang tinggi bagi si miskin adalah merupakan cara terbaik untuk meminimalkan tindakan dan karakter mengemis.

Hendriwan Angkasa
Tanah Sereal, Tambora, Jak-Bar
(mbs)

About Me

Foto Saya
Seorang "Newbie Netter" yang mencoba meng-kreasikan diri di Dunia Maya... Jika Anda butuh bantuan apapun,jangan sungkan hubungi saya,karena saya tipe Orang yang kaga pilih-pilih dalam berteman.

Address

Kp.Rawa Badung RT.001 RW.07 Jatinegara,Cakung,Jakarta Timur
Indonesia - 13930
Phone: 021-xxxx
Fax : xxxx
Skype: xxxx

Statistik